matamu adalah jendelamu

Aku

Lahir 26 tahun silam, dalam kerinduan yang teramat sangat, di sebuah kota kecil di tengah Indonesia. Hanya 6 tahun aku kehilangan harapanku,  mulai dengan 2 kata hidup dan miskin.

Tetapi aku tak pernah mengeluh oleh waktu yang menempa, mengguratkan tapak-tapak sejarah dilubukku. Kepahitan aku telan, dengan harapan suatu hari akan berakhir.

Nyatanya … tidak.

Aku masih sama seperti dulu.

Saat ini aku hanya berharap saja. Menunaikan waktu menanti dan menanti.

Aku

Leave a Comment

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment